Kita sudah mengetahui, Indonesia itu gak terdiri dari satu agama dan satu suku ataupun ras saja.
Tetapi bermacam macam.
Karena itulah, sudah seharusnya kita saling menghargai antara agama yang satu dengan agama lain, suku yang satu dan suku yang lain, ras yang satu dengan ras yang lain.
Toh kita juga bernaung di Negara yang sama kan ?
Rasisme seringkali muncul akibat fanatisme terhadap agama ataupun suatu suku dan juga ras yang tidak diimbangi dengan rasa sosialisme.
Makanya tidak jarang pelaku pelaku rasisme adalah orang orang yang pandangannya terhadap dunia luar sempit.
Yang membatasi diri dari dunia luar.
Saya bukan orang yang fanatic terhadap agama dan suku saya. Tapi saya juga bukan orang yang melupakan agama dan suku saya.
Saya tidak suka ketika agama ataupun suku saya dilecehkan. Tapi saya juga tidak suka ketika beberapa orang yang seagama ataupun satu suku dengan saya melecehkan agama dan suku lain.
Saya merasakan bagaimana sakitnya ketika agama & suku saya dilecehkan. Oleh karena itu, saya tidak akan melecehkan agama & suku lain karena saya tau rasanya jika agama atau suku kita dilecehkan.
Seandainya semua orang Indonesia bisa berpikir seperti itu.
Melihat semuanya dari segala sisi.
Tidak dari satu sisi saja.
Masyarakat sering sekali menggunakan ilmu bahasa dalam rasisme ini.
Sinekdote pas prototo *atau totem proparte ya ? >.<
Yaitu sebagian untuk semua.
Oknum oknum yang melakukan Cuma beberapa, tapi yang disalahkan semua orang yang beragama atau satu suku dengan oknum oknum tersebut.
Padahal anda punya teman dekat yang satu suku atau seagama dengan oknum tersebut.
Anda tau bahwa teman dekat anda itu baik. Tapi, dengan anda menggunakan sinekdote pas prototo itu, secara tidak langsung anda telah melukai teman dekat anda.
Sekali lagi, coba lihat semuanya dari segala sisi. Jangan terburu buru dalam men-judge orang.
Kita harus bisa menyatukan semua perbedaan perbedaan ini.
Karena perbedaan inilah Indonesia menjadi kaya, mempunyai ciri khas tersendiri.
Jangan sampai kita kembali ke masa lalu.
Ketika warga Indonesia masih menjunjung tinggi golongannya masing masing.
Tidak mau bersatu.
Dan hasilnya Indonesia tidak lepas lepas dari jaman penjajahan.
Namun ketika semuanya bersatu dan mengeyampingkan yang namanya perbedaan.
Indonesia berhasil merdeka. Lepas dari belenggu penjajahan.
Mungkin Indonesia ini kembali lagi mengalami masa masa seperti dulu.
Ketika orang orang mulai memikirkan kepentingan golongannnya masing masing.
Sehingga kini, Indonesia terpuruk.
Tidak maju maju.
Seandainya kita mau bersatu lagi seperti dulu ketika memperjuangkan kemerdekaan,
Saya yakin. Indonesia pasti dapat menjadi salah satu Negara yang maju seperti yang kita impikan.
=)