Minggu, 03 Januari 2010

Aku *tidak* sempurna

Beberapa minggu ini, aku mulai menyadari sesuatu.
Aku terlalu sibuk memikirkan kehidupan orang lain. Mengomentari setiap tindak tanduk orang lain.
Mencela tingkah laku mereka yang aku anggap aneh.
Dan naasnya, aku baru menyadari bahwa semua itu begitu hina beberapa minggu ini.
dengan mudahnya aku mengatakan bahwa tindakan atau tingkah laku seseorang itu buruk, jelek, malu maluin.
Padahal aku sendiri tidak begitu tahu bahkan tidak mengetahui sama sekali tentang kehidupan mereka.
Aku seenaknya saja mengomentari tingkah laku orang lain padahal bisa saja mereka bertingkah seperti itu karena mereka nyaman sama diri mereka yang seperti itu.
Dulu aku sering berkata “aku gak suka loh ma orang ini. Gaya banget. Mending kek cantik. Jelek padahal.”
Kalo ku inget kata kata itu, aku jadi pengen ngaca.
Tampangku uda cantik blum si ?
Uda manis belum si ?
Kok gampang bgt bilang kek gitu ? serasa aku yang paling *wah* di dunia ini.
Padahal nggak. Nggak sama sekali.
Dan kemudian aku merenung kembali.
Bisa saja orang yang aku hina tersebut punya alasan tersendiri kenapa mereka bertingkah seperti itu.
Mungkin mereka merasa comfort dan bahagia kalo mereka bertingkah seperti itu.
As long itu gak ngerugiin orang lain, kenapa kita mesti sewot ?
Kenyataannya, kadang kita menghina, menganggap remeh orang lain karena sebenarnya ada rasa iri di dalam diri kita terhadap orang yang kita cela tersebut.
Misalnya ,
Kadang kita bilang “orang ini terlalu sering belajar, mpe ga sempet jalan ma temen. Jadi byarpun pinter tapi cupu. Percuma.”
Kenyataannya, dalam hati kita, kita bilang gitu karena kita sebenernya iri terhadap kepintaran dy. Jadi kita cari cari alasan apa saja yang dapat membesarkan hati kita bahwa kita msih lebih unggul dari dy.
Namun ada juga yang memang tidak menyukai beberapa macam tingkah laku dan tindakan karena memang tidak suka.
Tapi coba bayangkan.
Apa yang tidak kita sukai itu ternyata membuat orang bahagia ketika menjalaninya.
Tegakah kita merusak kebahagiaan itu dengan rasa benci kita ?
Sementara mereka tidak pernah berbuat kesalahan dan merugikan kita dengan tingkah lakunya ?
Terlalu kejam menurutku jika mengorbankan kebahagiaan orang lain untuk sesuatu yang kita benci.
Dan percaya atau tidak.
Aku pernah melakukan hal hal di atas.
Saat itu aku berusaha untuk meningkatkan rasa percaya diriku dengan merendahkan orang lain. Sungguh suatu cara yang salah.
Aku seperti orang yang sudah sangat sempurna. Melebihi nabi dan tuhan.
Seenaknya berkata jelek tentang orang lain tanpa pernah menyadari kejelekanku.
Sungguh suatu ironi.
Namun kini, aku telah menyadari sesuatu.
Aku *tidak* sempurna.
Dan tidak akan pernah sempurna.
=)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar