Sekitar 15 sampai dua tahun yang lalu, undangan yang datang
ke aku masih hanya sebatas undangan bergambar-gambar lucu, dan hanya ada satu
nama yang tertulis besar di undangan itu.
Iya, Nama dari sang empu nya undangan.
Tapi sekarang, undangan yang datang ke aku, bukan lagi
undangan yang hanya berisi satu nama saja, tapi sudah dua. Dua nama.
Sejauh ini sih masih nama seorang perempuan dan laki-laki.
Belum pernah ketemu nama dua orang laki-laki atau dua orang perempuan.
Biasanya nama mereka ditulis pakai tinta warna emas dan
hurufnya berukir ukir.
Sudah dua tahun ini, undangan yang datang sudah berganti
jenis.
Bukan lagi undangan untuk melihat orang tiup lilin, atau
potong tumpeng, atau undangan untuk membawa kado berupa buku tulis atau baju,
Tapi undangan untuk melihat dua orang ciptaan tuhan,
tersenyum bahagia sambil sibuk menyalami tamu yang datang satu persatu, lalu
berfoto bersama.
Yang turut senang bukan hanya sang empunya undangan yang
menyalami tamunya satu persatu tersebut, tapi sang tamu juga terlihat bahagia
menyalami sang empunya undangan.
Entah apakah mereka dapat salam tempel dari sang empunya
undangan, atau mereka memang turut berbahagia atas sang empunya undangan.
Aku sadar, saat ini aku sudah memasuki tahapan baru. Tahapan
dimana aku mulai banyak diberikan undangan yang bertuliskan nama dua orang,
pria dan wanita.
Beberapa tahun ke depan, akan lebih banyak lagi undangan
yang datang, Undangan yang menandai masuknya sang empunya undangan ke fase yang
baru, sama seperti aku, sang penerima undangan yang juga memasuki fase baru
dalam hidup.
Yang pasti aku masih belum tau kapan aku akan memasuki fase
dimana aku yang akan menjadi sang empunya undangan.
Saat
ini asyik saja menikmati kunjungan ke berbagai pesta-pesta orang-orang dan
menyalami mereka di atas panggung sambil turut tersenyum dan mendoakan. J