Hari jumat yang lalu, tepat hari dimana saya kehilangan atm
tercinta saya. Yah, walaupun baru ngeh kehilangannya hari sabtu sih.
Iya, jadi, atm ku pergi entah kemana. Mungkin dia ngambek
karena duit yang dia jaga nggak pernah banyak. Pasti sedikit. Sekalinya banyak
langsung diambil lagi. Maaf ya atm, aku belum bisa membahagiakanmu. Semoga
sekarang kamu berada di tangan yang tepat. :’)
Setelah panik nyari atm ku yang pergi meninggalkanku, aku
pun mulai refleksi (baca : ngelamun). Kira kira kenapa ya kok aku bisa kena
musibah gini.
Setelah refleksi berjam jam (baca : tidur) akhirnya aku nemu
jawaban. Bukan jawaban UN tentunya. Tapi jawaban atas pertanyaanku tadi.
Jawabannya jelas bukan pilihan ganda, karena aku nggak
berkelamin ganda (apa deh)
Mungkin aku bisa kehilangan atm gara-gara aku kurang
berbagi, berbagi rezeki.
Sudah beberapa lama aku selalu bertekad untuk mau rajin
berbagi ke orang-orang yang membutuhkan.
Niatnya mau menyisihkan uang sedikit demi sedikit supaya
bisa infaq ke orang, tapi nyatanya selalu ada aja alasan yang ngebatalin niat
itu.
Akhirnya niat baik tadi hanya berakhir niat aja.
Mungkin itu yang menyebabkan Allah menyentil aku. Iya, ini
masih menyentil.
Uang yang ada dalam atm memang mencapai ratusan ribu, ya
tapi nggak banyak banyak banget lah, namanya juga mahasiswa. :’(
Nah, mungkin Allah mengambil atau meminjam uangku yang di
dalam atm itu untuk orang-orang lain yang seharusnya bisa aku bantu.
Mungkin Allah geregetan melihat aku nggak jalan jalan untuk
beramal.
Kalau begitu sih, aku pasrah aja Ya Allah, karena memang ini
salahku juga.
Terimakasih ya Allah untuk sentilannya ini.
Ya, mulai sekarang aku akan lebih berhemat dan lebih rajin
beramal ya Allah.
Bantu saya ya Allah (baca pake nada nya si Baim)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar